apakah memang kamu pernah menyayangiku, aku pun tak pernah tahu..
karena kamu memang tak pernah membiarkanku tahu..
atau kalaupun aku pernah merasa tahu, di akhir perbincangan kita, kau menekankan bahwa aku tidak pernah ada artinya buatmu dan katamu, 'just leave me alone, stay away from me'.
kamu hadir saat aku jatuh dan hancur lebur. tak pernah ramah padaku, tapi aku merasa ada benang merah di antara kita. tanpa kata, aku merasa kita saling merasa ada. tapi kini, terpikir olehku semua itu hanya halusinasiku saja. pantulan dari harapan dan keinginanku berkawan denganmu. cerminan dari pencarianku akan kehadiran teman dalam hidupku.
ketika akhirnya semua berlalu dalam permusuhan sengit, kau pun menggugat diksi-ku tentang kehilanganmu. bagimu, kehilangan berarti pernah memiliki. sementara kau menepis mentah2 aku pernah memilikimu sebagai apapun. teman pun bukan.
satu ketika kau pernah berkata, bahwa aku bukanlah temanmu, tak pernah menjadi temanmu. kalaupun pernah di satu masa kau bercerita banyak hal yang bahkan tak kau ceritakan ke teman2mu, maka alasannya menurutmu hanyalah, ''kamu mau dengerin sih''. tak lebih tak kurang. tanpa makna dan bukan sesuatu yang punya arti.
kini, seperti bintang di langit, biarkan saja aku memandangimu dari kejauhan. atau biarkan sesaat kau muncul di kenangan. kucoba kenang hal2 yg indah saja. kucoba ingat hal2 yg membuatku berarti dalam hidupmu. aku tahu ini semua semu dan palsu, tapi inilah caraku bertahan hidup tanpa harus hancur ketika waktu memastikan kau berlalu dari hidupku.
di manapun kamu berada, tersenyumlah. mungkin itu jalanmu. kalaupun kau merasa itu salah dan butuh tempat bersandar sejenak, kau tahu kamu selalu bisa menemukanku. 
Tidak ada komentar:
Posting Komentar